Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tanda Orang Itu Tidak Pernah Bakal Kaya

Manusia terkaya Bill Gates mengatakan :

"Lahir dari kondisi miskin itu bukan salah kita"

"Tapi mati dalam kondisi miskin itu mutlak salah kita"

Banyak orang yang suka bekerja keras siang malam banting tulang, kerja mati-matian, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, pergi pagi pulang petang tapi penghasilan pas-pasan, pinggang pegal-pegal dan sudah kerja keras mati-matian tetapi gak kaya-kaya. Pertanyaannya adalah apakah hanya kerja keras saja sudah cukup. jawabannya tentu tidak, kerja keras saja belum cukup untuk kaya, kitah butuh kerja cerdas dan kerja ikhlas. kerja keras pakai otot, kerja ikhlas pakai hati dan kerja cerdas pakai otak.

Jadi sukses itu sudah ada polanya, begitu pula kegagalan sudah ada polanya sendiri.

Berikut ini 5 Tanda orang itu tidak pernah bakal kaya

1. Selalu Menyalahkan Orang Lain

Sering sekali kita mendengar apabila ada orang yang gagal atau tidak suskses dia menyalahkan orang lain, menyalahkan situasi atau keadaan dan berbagai alasan lainya seperti tidak di dukung orang tua, pacar, kawan-kawan atau sahabat karib, istri atau suami, menyalahkan negara mengenai aturan yang kurang baiklah, aturan yang kurang berpihak para rakyat kecil, saya ne terlalu muda untuk mengerjakan hal itu, 

Saya ini terlalu tua untuk itu dan banyak sekali alasan yang lainnya. Jadi intinya dia selalu melimpahkan kesalahan kepada orang lain dari setiap kegagalannya itu. Dan dia menganggap bahwa dia adalah korban

Ada ilustrasi menarik, dimana ada dua orang yang berada di satu tempat yang sama di penjara dengan satu jendela yang bisa melihat ke arah luar.

orang yang pertama apabila memandang keluar dia selalu melihat bulan, bintang, memandang pepohan yang indah dan dia tersenyum dengan melihat pepohan dan bintang tersebut.

Orang yang kedua apabila melihat keluar dia selalu memandang debu, sampah, kotoran dan selalu melihat hal-hal yang jelek.

ilustrasi tersebut menggambar ada dua orang dalam satu penjara dengan jendela yang sama tetapi memiliki spirit yang berbeda. artinya dimana fokus anda pada saat terjadi kegagalan, apa yang anda fokuskan. fokus meratapi nasib atau fokus untuk memperbaiki sesuatu untuk menjadi orang yang lebih baik dikemudian hari. Karena menyalahkan orang lain itu gampang sekali.

2. Tidak Menganggap Uang Itu Penting

Kalau ada orang yang menganggap uang itu tidak penting biasanya orang tersebut belum pernah punya uang yang banyak, kalau anda punya keyakinan seperti itu ya hati-hati dengan keyakinan itu, karena pikiran anda bisa menarik hal-hal yang anda pikirkan, anda berpikir uang tidak penting jadinya uang itu tidak akan pernah tertarik dengan anda, orang-orang kaya selalu menggangap uang itu penting. 

Penting lho ya bukan segalanya. Karena uang itu penting mereka bekerja keras, meraka punya inovasi-inovasi, mereka punya kreativitas tinggi yang akhirnya mereka mampu mendapatkan uang yang banyak. 

Sedangkan apabila anda menganggap uang itu tidak penting, anda akan kehilangan kreativitas, apabila anda bekerja ya seperti-seperti itu saja, motivasi bekerja kurang, kenapa? karena anda sudah memblok fikiran anda bahwa uang itu enggak penting. 

Uang itu bukan nomer satu, tapi nomer dua sampai nomer keseratus butuh uang, apa-apa didunia ini butuh uang, ingin sekolahkan anak butuh uang, mau makan minum yang enak butuh uang, rekreasi butuh uang, beli motor, rumah, mobil pasti butuh uang. 

Jadi kalau fikiran anda sudah di mindset bahwa uang itu tidak penting, anda dalam bekerja akan kurang bersemangat dan sungguh-sungguh untuk mencapainya. Sobat sekalian perlu anda ketahui berfikir bodoh itu gratis, tapi anda harus siap untuk membayarnya dalam kehidupan nyata.
 
Saat anda menyatakan lebih memilih kebahagiaan dari pada uang, sebenarnya anda lagi memilih mana yang yang lebih penting antara kaki dan tangan. Jadi jika anda menganggap uang itu tidak penting, maka uang itu akan menjauh dari anda

3. Membeli Barang-Barang Yang Tiak Mampu Dibeli

Anda membeli barang-barang tersebut hanya karena ego untuk memperlihatkan kepada orang lain supaya diapresiasi oleh orang lain, supaya diakui oleh orang lain beli barang-barang supaya terlihat kaya, terus dipertontonkan di media sosial, itu supaya orang lain itu jadi terkesan, bahkan Anda bilang saya ingin membuat orang-orang yang tidak suka sama saya terkesan dengan saya. 

Buat apa kita meyakinkan mereka dengan kita mengeluarkan uang banyak, bahkan uang tersebut itu di luar dari kemampuan kita, kita Traktir teman di tempat yang mahal supaya dibilang orang kita Dermawan, kita hebat dan kita semuanya. padahal akhir bulan kita bayar kartu kreditnya keteter, kalau mampu, kalau bisa nggak apa-apa bagus, tapi kalau nggak mampu jangan.

Pesan yang saya pengen sampaikan di poin ketiga ini memang Pada saat Anda membuat mereka tertarik, pada saat membuat mereka kagum, yang mereka akan menghargai anda, tapi sampai kapan kita dihargai karena hal-hal yang kita punyai secara materi. sedangkan prinsip orang-orang kaya Sesungguhnya adalah ya bukan orang yang terlihat kayak orang-orang kaya.
 Sesungguhnya itu adalah dia membeli barang bahkan dibawah kemampuan standar mereka, dan mereka membeli atas dasar apa yang mereka butuhkan bukan apa yang mereka inginkan. tidak usah kita menghabiskan waktu kita untuk membuat orang lain terkesan. kita harus menghabiskan waktu kita supaya membuat diri kita terus bertumbuh, sehingga akhirnya kita sendiri yang terkesan dengan diri kita.
Buat apa kita mendaki gunung supaya kita bisa melihat dunia, bukan dunia bisa melihat kita/ Maksudnya apa kita berproses bekerja keras itu supaya kita bisa menikmati hasilnya, bukan supaya untuk memberi kesan kepada orang lain, karena itu tidak akan ada gunanya.Jadi kaya itu lebih penting daripada lebih terlihat kaya. 

4. Selalu Merasa Kurang

orang itu tidak pernah bersyukur sama sekali, berapapun yang dia miliki, apapun yang dia miliki, ia selalu merasa kurang, dia selalu merasa saya kurang gini, dia merasa kurang dalam hal-hal positif, merasa kurang ilmu, sehingga belajar malas, kurang bersedekah, susah bersyukur, orang yang tidak pernah bersyukur dengan apa yang dia miliki, itu akan sangat susah berbagi.

Orang ini akan diliputi perasaan yang apabila dia dalam satu posisi dia, akan takut posisinya diganti dia, ini orangnya pengen di atas, pengen selalu di atas, tapi paling malas berkompetisi dan orang-orang ini untuk keluar dari zona nyaman. mereka ingin berubah tapi sikap dan tingkah laku mereka, tidak pernah berubah sama sekali. mereka terlalu takut untuk menghadapi dunia perubahan, ingin kaya tapi berpikiran sempit dan tidak mau keluar dari zona nyaman, dan orang-orang ini adalah orang-orang yang paling pelit dengan sedekah, paling pelit dengan berbagi kepada orang lain, padahal kalau dalam konsep agama saya yakini.

Banyak yang kita sedekahkan kepada orang, makin banyak yang kita kasih kepada orang itu, Insya Allah makin banyak pula yang kita dapatkan. jadi salah satu syarat untuk kita bisa kaya yaitu kita Jangan takut untuk berbagi ke orang lain, terutama orang tua kita, ke saudara-saudara kita, ke orang-orang terdekat kita dengan kita berbagi kepada orang lain sehingga nanti baliknya ke kita, rezekinya ke kita baik itu berupa kesehatan, kebahagiaan umur yang panjang itu akan balik ke kita lagi.

5.Tidak Terobsesi Untuk Hidup Yang Lebih Baik.

Dia tidak punya Gairah Hidup, pokoknya ya begitu-begitu saja, Misalnya kalau dia bekerja dia bekerja sesuai apa yang dia kerjakan saja, dia tidak berpikir dan dia tidak punya gairah bagaimana saya hidup kedepannya, bagaimana saya untuk mengembangkan bakat saya, bagaimana saya untuk memberikan hal-hal yang terbaik untuk keluarga saya, dan prinsip hidup yaitu seperti air mengalir mengikuti air mengalir aja gitu.

Padahal kalau dalam kehidupannya yang mengikuti air mengalir itu hanyalah kotoran dan ikan mati. Buya Hamka pernah mengatakan kalau hidup sekedar hidup, babi hutan pun hidup, kalau kerja hanya sekedar bekerja, di hutan pun bekerja. Hidup itu cuma satu kali kita diciptakan sebagai makhluk tertinggi di dunia ini, kita dikasih semuanya oleh Allah SWT.
Harusnya kita menggunakan itu dengan maksimal, kita bisa menjadi kebanggaan untuk anak-anak kita, untuk suami kita, untuk istri kita, untuk orang tua kita. Sekian

Posting Komentar untuk "5 Tanda Orang Itu Tidak Pernah Bakal Kaya"